Tampilkan postingan dengan label CRT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CRT. Tampilkan semua postingan

Layar CRT blangking


Kadangkala kita dapat servisan tv yang kerusakannya berupa tv bisa hidup normal,suara juga normal hanya saja layar tiidak menampilkan gambar alias blank dengan warna tertentu dengan disertai line-line horizontal di seluruh bagian layar CRTnya,hal ini di sebabkan karena katoda short terhadap G1,bila yang short katoda merah(R) maka layar akan blank berwarna merah di sertai line-line horizontal,bila yang short katoda hijau(G) maka layar akan blank berwarna hijau disertai line-line horizontal,bila yang short katoda biru(B) maka layar akan blank berwarna biru disertai line-line horizontal.Trik yang biasa saya lakukan bila mendapat kasus seperti ini adalah dengan memberi tegangan tinggi sesaat pada katoda yang bermasalah yaitu dengan cara ambil seutas kabel kira-kira 50cm yang di salah satu ujungnya sudah kita tambahkan jepit buaya dan yang ujungnya lagi kita kasih bekas 1 pin soket CRT biar mudah pemakaianya,kemudian tarik soket blok RGB dari CRT,tancapkan/tusukkan kabel yg sudah bersoket tadi ke katoda yang bermasalah,sedangkan ujung kabel yang sudah berjepit buaya tadi kita jepitkan ke ujung obeng minus yang sudah kita selipkan ke dalam kop tudung anoda,lalu hidupkan tv sebentar saja mak crrrrrtttt.....kemudian lepas lagi kabel dan obeng tadi dan pasang kembali blok RGB soket ke CRT dan coba hidupkan tv untuk melihat hasilnya,bila belum berubah ulangi langkah di atas,bila sudah normal,berarti pekerjaan sudah selesai.Metode pemberian tegangan tinggi sesaat seperti ini juga bisa digunakan pada short G2/fokus terhadap G1,dan Alhamdulillah selama ini 90% berhasil,tapi perhatian buat rekan-rekan yang masih pemula ya 

modifikasi crt 2 fokus

MODIFIKASI CRT DUA FOKUS
Mungkin rekan rekan teknisi pernah menemukan satu TV yang memiliki CRT dua fokus yang mengalami kerusakan parah ( kena petir misalnya ), dan biasanya kerusakan paling parah ada di Chasis TV itu sendiri. Sedangkan untuk kerusakan di CRT agak jarang terjadi. Dan bila hal ini terjadi maka tidak ada jalan lain selain menjadikan TV tersebut kanibalan bukan , tetapi tidak demikian dengan CRT nya.
Nah seperti yang kita ketahui penggunaan CRT dua fokus sendiri juga agak jarang, dibawah ini ada satu rangkaian yang berfungsi untuk me modifikasi Tabung dua fokus ke satu focus agar bisa digunakan ke chasis TV satu fokus / TV china, tentu saja dengan komponen tambahan yang sedikit dan murah. Ada beberapa merk yang saya ketahui memiliki tavung dua fokus, yaitu Sony Trinitron dan SAMSUNG 29Z4 atau 29Z7. Modifikasi ini bisa dilakukan ke tabung tv berbagai merk.
Atau bagi anda yang bingung membedakan mana antara satu fokus atau dua focus, cukup dilihat saja kabel output dari Flyback, biasanya kita hanya menemukan satu kabel, tap untuk CRT dua fokus Flyback nya memiliki 3 kabel ( fokus1, fokus2, Screen )
Di modifikasi ini kita hanya perlu membutuhkan satu buah trimpot besar ( 2watt atau lebih ) yg bernilai 20 Mohm. Sebenarnya pembagian tegangan focus ini sendiri sudah terintegrasi pada rangkaian asli di modul RGB atau bahkan di FBT chasis TV dua fokus itu sendiri. Skemanya adalah sebagai berikut:



Screen dari FBT dari TV biasa / china dapat di pasang langsung ke pin G2 dari soket RGB. Dan setelah semua terpasang dengan benar, langkah berikutnya adalah anda hanya perlu mengatur ketajaman gambar yang tampil.
Cukup mudah dan sederhana, tapi berfungsi dengan baik sekali. Ini akan sangat bermanfaat sekali bagi anda yang hanya memiliki CRT dua fokus tanpa chasis.
Semoga bermanfaat.
CRT RESTORER
Rangkaian CRT RESTORER disini berguna untuk menghilangkan kebocoran yang terjadi antara katoda-katoda RGB terhadap Grid G1.Jika ini terjadi maka salah satu atau lebih warna akan terlihat lebih dominan terhadap yg lain,dan warna yg lain terlihat sangat lemah/redup,dapat anda ukur /bandingkan tegangan ketiga warna primer tersebut pada posisi TV menyala;yaitu warna yang redup akan terukur lebih rendah terhadap warna yg lain.
Ini di akibatkan adanya partikel-partikel sangat kecil ( microscoptical dust) yg menghambat laju electron dari ketiga Electron Gun CRT.
Cara kerja rangkaian ini adalah memberikan tegangan tinggi negatif sesaat kepada katoda RGB terhadap grid1.proses ini men-sarat kan kondisi CRT masih panas setelah heater diaktifkan sebelumnya agar loncatan electron menjadi mudah.
Konfigurasi rangkaian ini adalah menggunakan saklar DPDT 4 posisi yang harus di modifikasi dahulu menjadi saklar tekan ( tidak mengunci) dengan maksud:

Perhatikan susunan skemanya..



"sudah di revisi"
Pada saat saklar tidak di tekan,dioda penyearah mengisi elco 2,2uF/350v,katoda dan G1 menuju ke bagian rangkaian Vu meter.Dan tegangan dari trafo 1amp langsung menuju ke heater untuk memanaskan .
Ketika saat saklar di tekan, Elco akan terlepas dari jalur dioda dan akan menghabiskan isinya ke kaki G1 sementara kaki katoda menuju jalur negatif 300V.(memberi tegangan sesaat yang tersimpan dalam elco),sementara itu tegangan heater dari trafo akan otomatis terputus (open).penting untuk diingat bahwa selama proses pengisian tegangan ke katoda ,tegangan heater harus putus.
Pembuatan alat ini harus diletakan pada box plastik agar menghindari terkena setrum,gunakan kaki-kaki soket RGB bekas untuk membuat soket "tusukan" sebanyak 4 buah ,jangan gunakan kabel yg terlalukecil,untuk membuat pegangan tusukan,gunakan plastik sedotan dari air minum mineral ( aqua),potong sepanjang 3cm,masukan kabel-kabelnya kedalam sedotan yg telah dipotong dan selanjutnya solderkan ke kaki bekas soket RGB,dorong kembali kaki soket RGB kedalam sedotan dengan maksud sebagai isolator sekaligus pegangan.
Cara penggunaannya :
1.Masukan dua buah kabel colokan heater
2.Masukan colokan G1 ke pin G1 di CRT .
3.Masukan kaki colokan KATODA ke salah satu kaki CRT yang di duga lemah/rusak
4.Nyalakan alat ini dan tunggu hingga heater menyala untuk memanaskan dahulu
5.Tekan saklar DPDT,sekilas anda perhatikan ada loncatan api di dalam CRT,no problem ,itu adalah proses pembersihan kaki-kaki katoda,ulangi terus sampai tak ada lagi bunga api yg terlihat.
6.Lakukan lagi terhadap katoda warna lain yg dianggap bermasalah, dan jangan di coba menekan saklar pada katoda yg masih normal.dibolehkan apabila di duga kurang normal.
7.kalau masih belum menunjukan kisaran meter ukur yang normal, naikan lagi tegangan heater dgn saklar pemilih ( 6V-7,5v atau 9V) untuk lebih memanaskan heater,harus di coba pada posisi tegangan terendah dulu ,baru kemudian naikan tegangannya.
Sebagai patokan seberapa besar simpangan meter yg normal,dapat anda coba/bandingkan pada crt yg masih bagus untuk diukur tanpa melakukan penge-charge-an.Tandai levelnya.

Meskipun saya sangat suka melakukan perbaikan crt yang sudah gelap dengan alat ini.Tapi tidak di anjurkan bagi para pemula,karena resiko terkena setrum dan putusnya heater adalah bisa saja terjadi.Rangkaian di atas adalah orsinil buatan ZICworkshop .
Selamat mencoba dan anda akan tahu sendiri hasilnya.
Jika pada saat anda bekerja dengan alat ini dan tak berhasil??? ..tenang saja..saya kira CRT tersebut memang sudah tidak bisa di restore.
Saya sarankan untuk selalu mencoba dan gunakan sebagai guru yang paling baik..

TERIMA KASIH


regards,
zic